Jumat, 18 Oktober 2013

Senyum kelabumu

Aku tersesat sampai dengan lubang hitam perasaan yang sama. Semu bayang dirimu terlukis indah direlung ini, sulit untuk menjangkaumu, tak tampak lekung simetris di bibirmu. Arghh!! lubang itu kadung mengaga teringat bayangmu. Indah sekali dipelupuk mata, ambooi hati ini tak karuan melihatnya.

kenapa? enapa harus dia? luka ini, perih dan sakit belum juga rampung oleh waktu. Namun dirimu, kembali menghantui setiap ingatanku. Terjebak, terjerembab masuk lubang perasaan ini oleh namamu. Tuhan, bisakah sedikit kau hapus bayangnya? senyuman yang ia beri, terlalu pahit untuk aku terima. mengapa kau datang lagi? hatiku tertancap kerikil tajam setiap senyum itu kau beri!.

Ingin rasanya aku membungcah teriakan ini!! rasanya masih sama seperti kau membarikan lekungan manis itu padaku. tapi kelabu aku mengingatnya. relungku takut, takut tak kuasa membendung perihnya. kelabu melihat senyumnya, karena ku tak kuasa menahan debar di dada.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar