Hanya sebuah kata yang dahulu hanya tersimpan satu makna
Tak terbesit dibenakku untuk menghadiahimu sebuah puisi cinta
Hanya sebuah nama, yang tak aku pikirkan pengorbananya.
JAHAT... itulah diriku
Walaupun aku yang salah, tapi engkau tetap tersenyum
Ingatkah dirimu ayah?
Engkau selalu mengecup kening ini saat ingin berpisah diasrama waktu itu?
Engkau tegar, walau matamu tak bisa membohongi aku
Air mata itu tak ingin kau perlihatkan, untuk sebuah pembuktian bahwa dirimu lebih tegar dari pada karang
Suatu masa itu pasti akan tiba
Aku tidak akan pernah lupa untuk sulaman benang cinta ayah untukku
Bila masa itu datang....
Ayah tersenyumlah untuk keluargamu
buktikan engkau lebih tegar dari karang yang pernah menjadi pembuktian mu
Firlly. Edhwita
26 april 2012

Tidak ada komentar:
Posting Komentar